Meskipun rata-rata performa motor listrik di Indonesia memiliki jangkauan harian 40-60 km per pengisian daya, teknologi baterai terbaru kini memungkinkan jarak tempuh hingga ratusan kilometer. Hal ini jelas menyaingi efisiensi motor konvensional.
Baca Juga: Keunggulan Baterai Lithium Ion untuk Motor Listrik

Jarak Tempuh Motor Listrik secara Umum
Sekarang, banyak motor listrik dirancang hanya untuk di wilayah perkotaan dengan jalan relatif datar. Motor ini punya keterbatasan jarak tempuh dan juga power, berbeda dengan motor bensin. Jadi, agak sedikit kurang pas kalau motor listrik dipakai di medan jalan sulit seperti pegunungan.
Rata-rata kendaraan listrik di Indonesia ini mampu menempuh jarak 40 Km sampai dengan 50 Km saja. Memang tergolong jarang ditemui motor listrik dengan jarak tempuh hingga 100 Km, kecuali kalau motor itu memakai dua baterai sekaligus. Itu adalah hal yang mungkin untuk menempuh jarak jauh hingga ratusan kilometer.
Melihat dari semua pernyataan mengenai pendeknya jarak tempuh tentu ada alasan di baliknya. Jarak tempuh sebuah motor bisa dipicu dari banyak hal, termasuk untuk motor listrik sendiri.
Faktor yang Mempengaruhi Jarak Tempuh
Motor listrik bisa menempuh jarak jauh jika melaju di atas permukaan jalan mendatar dengan power stabil. Akan tetapi, kalau pengguna pernah mengalami masalah mengenai jarak tempuh motor listrik pendek, berikut adalah faktor yang mempengaruhinya.
Kapasitas Baterai
Baterai menjadi penggerak mesin utama sebagai tenaga dari motor listrik. Umumnya, setiap motor punya kapasitas baterai berbeda-beda.
Kapasitas baterai bisa bisa jadi salah satu faktor untuk menentukan batas jangkauan dari motor listrik. Jadi, semakin besar kapasitasnya, maka jarak tempuhnya juga jauh.
Sepeda motor listrik berkapasitas baterai 4 kWH punya jangkauan lebih pendek daripada sepeda motor listrik bertenaga 5 kWH dalam sekali pengisian daya. Baterai 4 kWH memiliki tangki energi yang lebih kecil. Jika motor mengonsumsi energi secara rata-rata, baterai ini akan habis lebih cepat.
Sementara baterai 5 kWH memiliki kapasitas energi 25% lebih besar dibandingkan baterai 4 kWh. Secara matematis, jika efisiensi motor keduanya sama, motor 5 kWh mampu melaju sekitar 20-25 km lebih jauh. Asumsi ini berdasarkan konsumsi rata-rata 1 kWh untuk 20-30 km.
Pengaruh Berat dan Beban
Motor listrik khusus untuk jarak tempuh terjauh di Indonesia bisa bervariasi, mulai dari 50 Km-200 Km. Akan tetapi, jarak tempuhnya itu bergantung pada beban yang dibawa oleh motor.
Bebannya sendiri terhitung dari berat motor, barang bawaan beserta pengendaranya sendiri. Apabila semua itu punya berat melebihi kapasitas, maka akan mempengaruhi tenaga motornya.
Kemudian, motor akan membutuhkan tenaga lebih besar. Dalam hal ini, konsumsi energi listrik juga jadi semakin meningkat,menyebabkan jarak tempuh motor listrik jadi pendek. Dalam pengujian menanjak dengan boncengan beban total sekitar 150 kg, persentase baterai turun 2x lebih cepat dibandingkan berkendara sendirian di jalan datar.
Besaran Tenaga Motor
Selain kapasitas baterainya, tenaga dari motor listrik setiap produsen juga beda. Ada yang berbekal tenaga 1.200 Watt dan ada juga tenaga 4.200 Watt. Besaran tenaganya bisa mempengaruhi konsumsi baterai, kecepatan hingga jarak tempuh.
Motor listrik berbekal baterai besar namun tenaganya kecil pastinya memiliki konsumsi baterai lebih awet, sehingga bisa menempuh jarak jauh. Akan tetapi, kalau power dari motornya besar dan baterainya besar, maka konsumsi daya tetaplah besar. Jadi, jarak tempuh motor menjadi berkurang.
Motor Jarak Tempuh hingga 300 Km
Melansir dari Gizmochina, Zongshen ES5 merupakan salah satu kendaraan dengan jarak tempuh motor listrik terjauh. Motor ini menjanjikan performa luar biasa dan daya tahan baterai yang mengesankan. Versi jarak jauh dari motor listrik Zongshen ES5 ini adalah kendaraan hibrida, sehingga mampu menempuh jarak sampai dengan 300 Km hanya dengan sekali pengisian daya.
Bersumber dari BERITA OTOMOTIF, motor ini lengkap dengan baterai lithium berkapasitas 60V 31 Ah. Berkat adanya teknologi terkini, maka jangkauan komprehensifnya bisa mencapai jarak 300 Km. Motor ini juga memiliki teknologi jarak jauh Senlan C-REEV yang dapat memungkinakn kendaraan bisa terus mengisi daya, baik saat mengemudi atau ketika parkir. Jadi, teknologi tersebut bisa mengurangi waktu tunggu pengisian daya serta memperpanjang jarak tempuhnya.
Meskipun infrastruktur pengisian daya untuk motor listrik di Indonesia terus berkembang, sayangnya masih belum bisa merata di semua daerah. Bagi pengguna Zongshen ES5, keterbatasan stasiun pengisian daya bisa menjadi masalah mengganggu. Terutama bagi mereka yang sering bepergian jauh atau tinggal di daerah yang belum memiliki banyak fasilitas pengisian daya.
Motor Listrik vs Motor Biasa, Unggul Mana?
Khusus untuk jarak tempuh 50 Km, motor listrik cenderung membutuhkan daya 1,5 kWh dengan adanya biaya sekitar Rp 2.550. Sementara itu, motor bensin bisa menghabiskan 1 liter BBM seharga mulai dari Rp10.000. Kalau untuk di perkotaan, rata-rata penggunaan hanya berkisar 20 Km per hari, maka pengguna motor listrik bisa mengeluarkan biaya sekitar Rp41.000/bulan saja.
Baca Juga: Ketahui Berapa Jarak Tempuh Motor Listrik dan Faktornya
Berbeda dengan motor bensin. Dalam sebulan bisa membayar BBM sekitar Rp214.000 untuk mengisi motor berkapasitas 110 cc pada jarak tempuh yang sama. Dalam hal ini, biaya operasional untuk jarak tempuh motor listrik vs bensin lebih unggul listrik.

Saya adalah kreator konten digital yang berdedikasi menyajikan edukasi otomotif berbasis pengalaman nyata. Berfokus pada teknologi motor listrik, saya berkomitmen memberikan ulasan jujur dan uji coba mendalam. Misi saya sederhana, yakni membedah teknologi masa depan menjadi informasi yang mudah dipahami oleh semua orang.



