Motor listrik Polytron hadir sebagai penantang baru yang siap bersaing dengan kompetitor. Di tengah gempuran kendaraan listrik baru, seri Fox 500 dan Fox R hadir dengan spesifikasi motor menarik. Bukan hanya menjual janji bebas emisi, kedua model juga menawarkan karakteristik handling dan efisiensi yang berbeda bagi komuter urban.
Baca Juga: Rekomendasi Motor Listrik Goda dengan Fitur Mutakhir

Deretan Motor Listrik Polytron yang Dapat Dipertimbangkan
Polytron memiliki beberapa kendaraan listrik yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan preferensi pengguna. Berikut ini diantaranya.
1. Polytron Fox 500

Polytron Fox 500 memiliki handling dan suspensi yang cukup nyaman. Baterai diletakkan di bagian bawah untuk membuat titik gravitasinya lebih rendah, sehingga dapat menjaga kestabilannya saat bermanuver.
Suspensi depan dan belakang terasa halus, meskipun digunakan untuk melintasi medan jalan tidak rata. Sistem pengeremannya juga responsif untuk menahan atau mengurangi laju kendaraan.
Sistem pengereman Polytron Fox 500 juga berfungsi sebagai cut off listrik. Ketika tuas rem ditekan, tenaga listrik yang disalurkan ke motor akan langsung terhenti.
Kelebihan Polytron Fox 500
Motor listrik besutan Polytron ini, memiliki tiga mode berkendara. Pertama Eco Mode yang membuat motor melaju dengan tenang, cocok untuk penggunaan harian di jalanan perkotaan.
Kedua Drive Mode yang membuat motor listrik Polytron tipe Fox 500 lebih responsif, tetapi tidak terlalu agresif meskipun digunakan untuk mobilitas cepat. Terakhir adalah Sport Mode, kendaraan dapat melaju dengan kuat dan cepat, terutama setelah kecepatan 20 km/jam.
Polytron Fox 500 mendapatkan dukungan baterai lithium berkapasitas 3.89 kWh sebagai sumber tenaganya. Berkat dapur pacunya ini, kendaraan mampu menempuh jarak hingga 130 km dengan kecepatan 40 km/jam.
Polytron Fox 500 menggunakan teknologi mid drive yang dipasang pada lengan ayun dan bersanding dengan sistem penggerak belt. Inovasinya ini membuat Polytron Fox 500 dapat menghasilkan output 5 kW dan peak power 14.7 kW.
Kekurangan Polytron Fox 500
Polytron Fox 500 memiliki kekurangan pada sensasi berkendaranya. Melansir dari video YouTube Otomotif TV, ketika Polytron Fox 500 dikendarai terasa sedikit getaran atau suara “gr-gr” ketika motor mulai berjalan setelah berhenti. Saat motor melaju cepat, getaran mulai hilang. Selain itu, Polytron Fox 500 kurang cocok digunakan untuk melintasi jalanan sempit karena radius putarnya sangat terbatas. Hal ini membuat motor kurang praktis untuk pengendara yang sering melewati jalanan macet.
Melihat dari segi tampilan, Polytron Fox 500 memiliki desain yang mirip dengan Yamaha XMAX. Ukuran joknya tidak terlalu tinggi, tetapi memiliki dimensi yang lebar.
Bodi Polytron Fox 500 sangat mempengaruhi posisi duduk pengendaranya. Pengendara dengan tinggi badan kurang dari 170 cm, cenderung kesulitan menapak tanah saat berkendara, sehingga posisi duduk harus lebih ke depan.
2. Polytron Fox R

Satu lagi motor listrik Polytron yang layak untuk dipertimbangkan, yakni Fox R. Polytron Fox R memiliki dimensi lebar dengan desain modern.
Pada bagian depan memiliki pelek dengan ukuran 3.5 inci dan ban 110. Hal ini membuat Polytron Fox R tetap stabil pada kecepatan tinggi, meskipun kurang lincah.
Kelebihan Polytron Fox R
Polytron Fox R sudah dibekali dengan panel instrumen digital sederhana. Fiturnya ini memungkinkan untuk menampilkan kapasitas baterai, odometer, mode berkendara dan trip meter.
Selain itu juga dilengkapi dengan saklar standar, mode mundur dan hazard. Memiliki tombol P yang berfungsi untuk mengaktifkan motor.
Polytron Fox R sudah menggunakan lampu utama LED sebagai sumber penerangannya. Sistem pengereman, baik depan maupun belakang, dilengkapi dengan dua piston.
Soal penyimpanan, Polytron Fox R memiliki bagasi yang cukup luas. Pengendara bisa menggunakannya untuk menyimpan charger, jas hujan maupun barang kecil lainnya.
Kekurangan Polytron Fox R
Motor listrik Polytron Fox R memiliki kekurangan dari segi ergonomisnya. Jarak antara jok dengan dek terlalu dekat, hal ini membuat posisi duduk kurang nyaman.
Bagi saya yang memiliki tinggi 175 cm, posisi lutut terasa lebih tinggi dari pinggang saat duduk di Fox R. Hal ini memberikan sensasi ‘jongkok’ yang cukup melelahkan jika digunakan lebih dari 30 menit. Karena posisi berkendara yang kurang ideal ini, Polytron Fox R tidak direkomendasikan untuk perjalanan jauh.
Jika dipaksakan, pengendara bisa kelelahan saat di perjalanan. Kondisi ini disebabkan karena paha, betis dan pinggang yang cepat pegal.
Perbandingan Polytron Fox R Mode D dan Mode S
Polytron Fox R hadir dengan dua mode berkendara, yakni mode D (Drive) dan mode S (Sport). Kedua mode berkendara ini memiliki perbedaan dari segi performa, kecepatan, baterai, jarak tempuh dan sistem pengisian.
Polytron Fox R mode D merupakan motor listrik yang dapat melaju hingga kecepatan 64 km/jam. Sedangkan mode S menghasilkan kecepatan hingga 97 km/jam.
Kedua mode menggunakan baterai tanam dengan kapasitas 3.7 kWh. Ketika dilakukan pengujian, mode D bisa menempuh jarak kurang lebih 101 km dan mode S memiliki jarak tempuh sekitar 70 km.
Karena menggunakan baterai yang sama, baik mode D maupun mode S, membutuhkan waktu sekitar 5 jam untuk pengisian daya 0 sampai 100%. Pengisian daya harus dilakukan langsung dari motor karena baterai tidak bisa dilepas.
Program Sewa Baterai
Melansir dari laman Polytron, pihaknya menawarkan solusi sistem sewa baterai untuk motor listrik. Jika terjadi kerusakan atau penurunan kapasitas daya dibawah 85% pada baterai akan diganti dengan baterai baru oleh pihak Polytron.
Pelanggan bisa membayar sewa bulanan dan Polytron akan mengambil alih tanggung jawab untuk perbaikan baterai. Bahkan juga biaya perawatan dan biaya penggantian baterai untuk memberikan pengalaman berkendara ‘bebas khawatir’.
Baca Juga: Motor Listrik Exotic Solusi Hemat dan Stylish di Jalanan
Motor Listrik Polytron Fox 500 dan Fox R adalah dua model kendaraan yang dapat memenuhi kebutuhan mobilitas harian. Kisaran harganya hanya Rp 20 sampai 40 jutaan, harga yang cukup terjangkau di kelasnya.

Saya adalah kreator konten digital yang berdedikasi menyajikan edukasi otomotif berbasis pengalaman nyata. Berfokus pada teknologi motor listrik, saya berkomitmen memberikan ulasan jujur dan uji coba mendalam. Misi saya sederhana, yakni membedah teknologi masa depan menjadi informasi yang mudah dipahami oleh semua orang.



