Keunggulan Baterai Lithium Ion untuk Motor Listrik

Posted on

Peran baterai lithium ion pada motor listrik sangat besar karena memengaruhi jarak tempuh serta tenaga motor. Teknologi baterai ini membuat pengendara merasa lebih percaya diri saat berkendara untuk mendukung kebutuhan harian tanpa drama.

Baca Juga: Ketahui Berapa Jarak Tempuh Motor Listrik dan Faktornya

Perkembangan motor listrik terus membuka peluang baru bagi industri otomotif tanah air. Banyak produsen mulai berlomba menciptakan baterai yang efisien serta aman digunakan. Tren itu membuat baterai lithium semakin populer karena dianggap mampu mengimbangi kebutuhan pengendara.

Keunggulan Baterai Lithium Ion untuk Motor Listrik
Baterai lithium ion pada motor listrik memengaruhi jarak tempuh serta tenaga motor. Foto: Istimewa

Keunggulan Utama Baterai Lithium Ion

Bagi pengendara motor listrik di kota besar seperti Jakarta, baterai bukan sekadar komponen—ia adalah penentu “ketenangan batin”. Bayangkan saat harus membelah kemacetan di jam pulang kerja, kepercayaan diri muncul bukan hanya dari desain motor. Melainkan dari indikator baterai yang tidak turun secara drastis saat diajak berakselerasi.

Peran baterai Lithium ion sangat krusial karena menentukan seberapa jauh motor bisa melaju dan seberapa responsif motor saat ditarik gasnya. Berdasarkan pengalaman kami mencoba berbagai tipe motor listrik, transisi ke teknologi Lithium memberikan perbedaan yang sangat kontras dibandingkan teknologi lama. Terutama dalam mendukung mobilitas harian tanpa drama “low-batt” di tengah jalan.

Perbandingan Lithium Ion Dan SLA

Baterai lithium ion menawarkan bobot lebih ringan dibanding SLA sehingga motor terasa lebih lincah saat dikendarai. Ketika mencoba manuver di kemacetan Jakarta, bobot Lithium yang ringan membuat motor tidak membebani pergelangan tangan dibanding baterai SLA.

Perbedaan itu membuat banyak pabrikan memilih lithium karena memberi kenyamanan tambahan bagi pengendara harian. SLA terasa jauh lebih berat, sehingga motor terasa kurang responsif saat bergerak.

Baterai Lithium rata-rata memiliki berat 7-10 kg. Besaran angka ini jauh lebih ringan dibanding SLA dengan kapasitas sama yang bisa mencapai 20-30 kg

SLA biasanya menyimpan energi lebih sedikit sehingga jarak tempuh terasa lebih pendek. Situasi itu membuat pengendara merasa perlu isi ulang lebih sering. Lithium menjaga jarak tempuh tetap stabil sehingga perjalanan harian terasa lebih praktis.

  • SLA: Sekitar 300–500 siklus pengisian.
  • Lithium Ion: Bisa mencapai 1000–2000 siklus pengisian.

SLA juga cenderung lebih cepat turun kapasitasnya terutama jika dipakai dalam kondisi tidak ideal. Lithium cenderung lebih tahan terhadap pola pemakaian padat sehingga umur baterai jauh lebih panjang. Banyak pengendara akhirnya beralih karena faktor ketahanan tersebut.

Memilih Jenis Baterai Untuk Harian

Pengendara perlu memahami kebiasaan bepergian agar mampu menentukan baterai paling cocok. Motor yang dipakai untuk perjalanan kota biasanya membutuhkan baterai bertenaga stabil agar tidak mengganggu ritme harian. Lithium ion sering menjadi pilihan karena karakter energinya cocok untuk kondisi tersebut.

Jarak tempuh harian menentukan kapasitas baterai yang dibutuhkan. Motor jarang berhenti memerlukan baterai yang tetap kuat sepanjang hari. Stabilitas tegangan ini memastikan output daya tetap konstan meskipun kapasitas baterai tersisa di bawah 30%. Berbeda dengan SLA yang cenderung ‘lemas’ atau Voltage Drop saat daya mulai menipis.

Lingkungan parkir juga berpengaruh karena baterai membutuhkan suhu stabil agar tidak cepat menurun. Pengendara sebaiknya memilih baterai yang tahan panas saat tinggal di wilayah padat. Teknologi lithium memberi ketahanan lebih baik pada kondisi tertentu.

Astra Otoshop menyebutkan bahwa lithium ion menawarkan berbagai keunggulan. Mulai dari densitas energi tinggi, ringan, daya tahan optimal hingga masa pakai yang panjang. 

Namun, baterai ini juga memiliki sisi kelemahan. Sebab, baterai lebih beresiko terbakar jika tidak ditangani dengan benar. Oleh sebab itu, kehadiran BMS (Battery Management System) sebagai fitur penyelamat yang wajib ada pada baterai Lithium untuk mencegah overcharge atau thermal runaway

Merawat Baterai Supaya Tetap Awet

Seperti review dari kompas, pemilik motor sebaiknya memberi jeda setelah perjalanan sebelum mengisi ulang supaya suhu baterai lithium ion turun. Setelah mencoba menerapkan hal tersebut, suhu stabil membantu menjaga kualitas sel tetap optimal. Banyak orang merasa langkah sederhana ini cukup efektif menjaga ketahanan baterai.

Pengisian sebaiknya tidak terlalu sering mencapai kapasitas penuh. Baterai biasanya lebih awet saat kapasitas berada pada kisaran menengah ke atas hingga 90%. Menjaga baterai di level 20% – 80% adalah “sweet spot” untuk memperpanjang usia sel kimia lithium secara signifikan.

Motor perlu disimpan pada tempat berventilasi supaya suhu tetap stabil. Baterai akan bekerja lebih baik saat berada pada ruangan sejuk. Suasana itu menjaga komponen internal tetap kuat meski dipakai secara rutin.

Baca Juga: Ketahui Berapa Lama Pengecasan Motor Listrik

Baterai lithium ion terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan transportasi ramah lingkungan. Banyak pengendara merasa lebih nyaman setelah memahami keunggulan baterai yang tepat untuk motornya. Pilihan yang sesuai membuat pengalaman berkendara jauh lebih menyenangkan setiap hari.